MENGAPA MENCARI MAISYAH UNTUK AISYAH DAN BUKAN MENCARI AISYAH AGAR MENDAPATKAN MAISYAH?

Hee, heran ya mendengar e membaca title di atas. By the way, senyum dulu dooong. Senyum itu sedekah lo. Nih, lihat gambar ini dulu biar senyum.


UUh.. capeee. ketiduran deh. udah masak bloooon? Kata suami, makannya beli saja kok jadi ga perlu masak.
Ternyata pekerjaan rumah tangga itu bikin lelah juga ya. tapi kalau dilakukan dengan ikhlas, semua itu juga ibadah lo.

Gini lo inpired ideanya:
Barusan tadi dapat referens ni, dari pertanyaan seorang isteri yang harus nyari maisyah karena si pencari maisyah utama di keluarga (kepala keluarga) masih belum mampu memberikan penghidupan yang layak bagi isteri dan anak-anak. Padahal si isteri juga ga nuntut lo. Na na na, karena harus kerja, sehingga ga punya waktu banyak untuk memperhatikan anak-anak (Yang selalu di rumah selama ini adalah suami, sementara si isteri bekerja di luar rumah), e si isteri terkaget-kaget karena prestasi anak-anaknya sangat jelek dan banyak keluhan dari para guru berkaitan dengan kondisi anak-anaknya tersebut. Akhirnya, sii isteri mulai berencana untuk tidak bekerja lagi, tapi, bagaimana dengan nafkah keluarga yang selama ini menjadi tanggung jawabnya?

O, hangatnya punggung ibu, rasanya tidak akan kutinggalkan punggung sehangat ini. tapi ibu harus kerja sayaaang. Kasihan ibu dooong kallo harus kerja sambil nggendong adek.

Nah itulah makanya judul di atas itu ya gitu deh. Abis sekarang ini ada fenomena para suami mencari isteri agar dapat hidup enak (kayak kasus yang lagi ngetrend nie). Nie kasusnya:
Seotang laki-laki meninggalkan isterinya untuk menikah lagi dengan perempuan yang lebih tua tetapi kaya raya dengan jaminan akan mendapat semua fasilitas kekayaan dari calon isteri mudanya, heeee, nyang bener nie..........

Biar ga panjang-panjang nie lo jawabnya:
Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,

Pada dasarnya kewajiban memberi nafkah untuk anak dan isteri ada di pihak suami. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam Alquran.
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain , dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. ?(QS.an-Nisa: 34)

Jadi, kewajiban suamilah untuk berusaha, bekerja, dan mencari penghasilan yang halal guna memenuhi kebutuhan keluarganya, terutama kebutuhan mendasar yang berupa makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Persoalan seorang istri lebih kaya dari suami atau isteri mempunyai penghasilan lebih tidak membuat posisi qawam dan kewajiban memberi nafkah berpindah kepada isteri. Namun ia tetap menjadi tugas suami. Bahkan secara umum, dalam dunia hewanpun yang jantanlah yang selalu mencarikan makan untuk betina dan anak-anaknya.

Karena itu, dalam hal ini seorang wanita atau isteri berhak untuk tidak mengeluarkan uang sedikitpun untuk membantu suami. Sebab Islam memang memberikan posisi dan jaminan kepada para wanita untuk memiliki sendiri harta benda yang dia dapatkan. Harta itu menjadi hak milik sepenuhnya yang tidak bisa begitu saja diminta oleh suaminya.

Meski demikian seorang istri juga boleh dan berhak membantu suami dalam memenuhi tuntutan hidupnya dan keluarganya. Bila hak itu yang dilakukan, tidak ada seorang pun yang boleh menolak atau mencegahnya.

Penjelasan dari kasusu I di atas:

Karena usaha si Isteri mencari penghasilan di samping mendatangkan maslahat tetapi juga mendatangkan begitu banyak mudharat, seperti anak-anak menjadi terlantar, serta si isteri sendiri rentan terhadap fitnah di luar, maka sebaiknya isteri melakukan sejumlah upaya sebagai berikut:

1. memberikan dorongan berikut penyadaran kepada suami agar mau bekerja dan berusaha. Bicarakan semua itu secara baik dengan isteri dengan memberikan pengertian yang bisa membuatnya sadar. Kalau perlu pergunakan berbagai sarana pembantu, seperti buku-buku Islam yang berbicara tentang tanggung jawab suami, serta konsultasi ke orang yang dianggap bisa memberikan penyadaran kepadanya.

2. membuat langkah-langkah perubahan yang sifatnya bertahap dengan mengatur dan menata waktu si isteri. Misalnya kapan waktu untuk bekerja, bersama anak, dan bersama suami. Ini perlu dibicarakan pula dengan suami.

Indah kan bila dapat mesra dengan anak? Ini kan juga bentuk didikan pada anak akan pentingnya ketekunan, ketelatenan, dan kebersamaan, serta perhatian, dan kasih sayang. Jadi anak ga merasa dicuekin.

3. Berdoalah kepada Allah agar suami dan seluruh anggota keluarga diberi petunjuk oleh Allah Swt.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab.

12 Comments

  1. [Bahkan secara umum, dalam dunia hewanpun yang jantanlah yang selalu mencarikan makan untuk betina dan anak-anaknya. ]

    ternyata tidak juga. contohnya singa betina, penguin betina, kambing betina mencari makan bagi keluarga/kawanannya. bahkan secara umum, dalam dunia hewanpun yang betina yang "menafkahi" keluarganya. mungkin itu beda hewan dengan manusia.

    referensi :

    Nowell, Kristin; Jackson, Peter (1996). "Panthera Leo" . Wild Cats: Status Survey and Conservation Action Plan. Gland, Switzerland: IUCN/SSC Cat Specialist Group. pp. 17–21. ISBN 2-8317-0045-0.

    Williams, Tony D. (1995). The Penguins. Oxford, England: Oxford University Press. ISBN 0-19-854667-X.



    ReplyDelete